Posts

Showing posts with the label Cerpen

Cahaya Penyelamat || Cerpen

Cerpen Karangan:  Irpan Hermansah Kategori:  Cerpen Fantasi (Fiksi) ,  Cerpen Sastra Lolos moderasi pada: 18 December 2018 Penghujung malam kali ini. Di atas balkon dengan beralaskan kursi yang kususun memanjang. Aku terbaring sendirian. Hanya sendiri menikmati sepi, menatapi langit malam berhiaskan bulan emas yang tinggal separuh. Seperti melengkungkan senyuman. Mata ini tak henti menatap, memandangi indah lengkung cahayanya. Aku merasakan ada yang aneh. Aku seperti terkena hipnotis cahaya itu. Seperti ilusi, cahaya itu mendatangkan jutaan bahkan milyaran hasrat kenangan yang menggoda. Resah dan risau tubuhku, saat kenangan dengan tidak sopannya masuk melewati pori-pori, menyebar ke seluruh sel-sel, lalu akhirnya merasuki bahkan menggerogoti tubuhku, bahkan jiwaku. Tak dapat kucegah. Tak dapat kulawan. Tak dapat kuenyahkan. Seolah kenangan menghujamku lebih sadis dari sayatan pedang, pukulan golem, bahkan senapan sekalipun. Dingin yang tak terhingga ser...

Bus Desa Jungdul

Cerpen Karangan:  Dhea Adinda Aku Lin ji. Hal yang terindah bagiku adalah hari pertama di sekolah baru. Penyebab kepindahanku ke desa ini karena suatu pekerjaan orangtuaku. Aku duduk di sebuah halte yang tampak tua. Aku menunggu bus itulah kebiasaanku ketika di kotaku sebelumnya. Aku selalu pergi ke sekolah dengan transportasi bus.  Bagiku itu terasa menyenangkan. Walaupun orang-orang menganggapnya itu adalah hal yang paling biasa. Bahkan ada yang merasa bosan. Tetapi aku tidak. Aku belum tahu apa-apa tentang Desa ini. Dan bahkan aku belum mempunyai teman seorang pun. “Kuharap aku mendapatkannya nanti!”, batinku dalam hati. Di kejauhan, aku melihat asap mengepul. Asap itu terlihat dari asap kendaraan. Apakah itu bus? Aku menerka-nerka warna bus yang tampak dimataku. Yap! Rupanya bus berwarna hijau. Aku lekas-lekas bangkit dari kursiku, dan mendanti-dantinya. Bus pun datang. Lin ji tersenyum cerah melihat bus yang ia terka-terka.Aku melihat arlojiku sekilas. “Kenap...

Aku Cantik Tidak?

Untuk perempuan yang sering mengeluh kepadaku. Bacalah surat di bawah ini: Setiap kali kau mengeluh, lalu bertanya: aku cantik tidak? Aku lebih suka diam tanpa menjelaskan apa pun. Sejurus kemudian kamu akan mengulang pertanyaan yang sama, dengan sedikit pengubahan: aku tidak cantik ya? Lagi lagi aku lebih suka diam, dan masih tak bicara. Lalu kamu akan kesal sendiri. Merendahkan diri dan membanding-bandingkan dirimu dengan orang-orang yang menurutmu cantik. Begini, biar kujelaskan biar kamu paham apa yang aku lihat darimu. Kalau kau tidak cantik —m enurutku— tentu kini aku tidak denganmu. Biar begini —wajahku tidak terlalu tampan— tentu aku tetap akan memilih yang cantik. Kamu harus tahu. Ini mungkin terdengar klise. Tapi, begitulah yang kupikirkan. Cantik perempuan, tidak semata putih kulit, hidung mancung, foto genic di instagram, bisa lucu-lucuan bibir, atau bisa joget-joget sambil lipsing lagu barat. Tidak juga yang memakai barang-barang mewah lalu pamer di med...

Cerpen : Kembali Tapi Tak Sama

Image
Cerpen Karangan: Sheila Nadya Salsabila Aku masih teringat akan temanku yang dulu pernah mengisi waktuku ya itu adalah si kecil Aji Larasati adalah siswa di salah satu sekolah, dia siswa yang aktif, fia mempunyai teman yang sangat menyayanginya dan juga ada sahabatnya yang hobinya ledekin si laras tapi dia sayang sama laras. “Hay ras ikut gue aja yuk pulangnya” ajak Rozak, sahabat Laras yang hobinya cuma ledekin laras. “Ehm… oke deh gue ikut lo aja” jawabku menerima ajakan dari Rozak. Kami berdua pun melaju dengan lancar bersama sepeda motor kesayangan Rozak. “Stoopp!” ucapku lantang. “Ada apa?” tanya Rozak kaget. “udah nyampe rumah gue” ucapku sambil cengengesan. “huh… gue pikir ada apaan” ucap Rozak. “hehehe… lagian lo udah sering nganterin gue tapi kenapa kebablasan? Oh ya lo mau mampir gak?” tanyaku panjang lebar. “hhmm… gue kan lagi menikamati suasana… gak deh lain kali aja gue mampir, gue nitip salam buat om Tomi sama tante Yanti” jawab Rozak, Tomi adalah ayah...

Cerpen || Sepeda Kecilku

Image
Sepeda Kecilku Cerpen Karangan:  Octya Celline Hai, nama ku Octya Celline, kalian dapat memanggilku Selin atau Line. Sekarang aku berada di kelas X SMA Frater Don Bosco Banjarmasin. Dimasa SMP, sehari-harinya aku pergi ke sekolah menggunakan sepeda. Sepeda ku menjadi teman sejati yang selalu setia mengantarkan aku ke tempat mana pun yang ingin ku tuju. Masih teringat di benakku, saat pertama kalinya ibu membelikan sepeda baru buatku. Saat itu diriku masih berumur 7 tahun, ibu membelikan sepeda yang memiliki roda tambahan di sisi kiri dan kanan nya. Kalau diingat lagi, diriku saat berusia 7 tahun sangat gigih dalam belajar bersepeda.  Saat pertama menaiki sepeda itu diriku merasa sangat takut, tetapi setelah kukayuh kedua pedalnya. Takut ku berangsur-angsur menghilang dan tergantikan dengan rasa gembira. Betapa bodohnya diriku saat itu, aku berpikir sudah mahir bersepeda. Padahal, sepeda itu bisa berjalan seimbang karena ada 2 roda kecil yang terpasang disisi kiri ...

Cerpen Brownie Anjingku

Brownie Anjingku Cerpen Karangan:  Yacinta Artha Prasanti Vannesa barusan mendapat hadiah ulang tahun dari mama dan papanya. Yaitu seekor bayi anjing bulldog. Vannesa menamai anjing itu Brownie karena warna bulunya yang cokelat polos. Vannesa sangat sayang pada Brownie. Vannesa merawat dan membesarkan Brownie dengan baik dan penuh kasih sayang. Brownie juga selalu mengikuti Vannesa ke mana pun Vannesa pergi, dan juga selalu melindungi Vannesa. Sampai suatu hari, Brownie sudah tua dan terkena suatu penyakit. Vannesa belum juga pulang dari sekolahnya. Brownie menunggu tuan putrinya di teras dengan lemah. Sewaktu Vannesa sudah pulang, Brownie menjilat Vannesa dan memutari Vannesa. Tiba tiba, Bluk! Brownie terjatuh. Anjing itu sudah tidak bernafas lagi. “Browniee! Jangan pergi.. hiks!” Vannesa memeluk Brownie. Vannesa memakamkan Brownie di sebelah rumahnya. “Terimakasih Brownie, kau telah menjadi sahabat dan menemani kesepianku.  I love u”

Alice’s Adventures in Wonderland

Alice’s Adventures in Wonderland  Pengarang :  Lewis Carroll CHAPTER I: Down the Rabbit-Hole Alice was beginning to get very tired of sitting by her sister on the bank, and of having nothing to do: once or twice she had peeped into the book her sister was reading, but it had no pictures or conversations in it, ‘and what is the use of a book,’ thought Alice ‘without pictures or conversation?’ So she was considering in her own mind (as well as she could, for the hot day made her feel very sleepy and stupid), whether the pleasure of making a daisy-chain would be worth the trouble of getting up and picking the daisies, when suddenly a White Rabbit with pink eyes ran close by her. There was nothing so very remarkable in that; nor did Alice think it so very much out of the way to hear the Rabbit say to itself, ‘Oh dear! Oh dear! I shall be late!’ (when she thought it over afterwards, it occurred to her that she ought to have wondered at this, but at the time it all seemed ...

Taman Dan Sepatu Roda Waktu Itu

Cerpen Karangan:  Winne Chintia Pagi ini aku sudah duduk di kelas, Ini adalah semester keduaku di kelas X Mia 2. Aku sibuk membaca novel tanpa mempedulikan yang ada di sekitarku. “Hei!! Tifanny.” panggil seseorang sambil menepuk bahuku. “Apa?” tanyaku sambil menoleh kearahnya. “Udah libur masih cuek aja.” ucapnya. “Udah deh sherly.” ucapku sambil kembali mambaca novel. “Lo gak ada berubah ya, Gaya rambut, Sikap, Bahkan gaya bicara lo.” ucapnya. “Lalu?” ucapku datar. “Ya rambut lo masih aja panjang tergerai dangan poni sedagu yang menutupi mata sebelah kiri lo, Sikap cuek dingin, Gaya bicara datar gak berubah rubah.” ucap sherly sambil meletakan tasnya di sebelahku lalu duduk. “So.” ucapku. “Kutanya udah berapa banyak cowok yang nembak lo?” tanya sherly. “Please itu gak usah dibahas lagi.” ucapku. “Banyakkan, Ada 7 orang kan, Lo tolak mentah mentah, Sampai kapan lo mau jomblo terus?” tanya sherly. Aku tak menjawab. “Kan gue bilang jangan dingin cue...

Cerpen Persahabatan l Diary untuk semua

Hi Readers!!  Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan kalian semua cerita dari karangan  Talitha Tsaqiifah. Selamat Membaca “pagi ini hujan… Tapi tak apa, karena hujan, sebuah pelangi indah tercipta di langit…”. Ucap Naomi, gadis kecil yang berbakat melukis. Umurnya 9 tahun. Banyak piala dan penghargaan yang ia dapatkan. Kini ia sedang melukis pelangi. “nah… Sekarang diberi sentuhan terakhir”. Sret… Sret… Dia memberi inisial namanya NI yaitu Naomi Ichimaru lalu tanggal pembuatan dan tanda tangan. Gadis kecil berkulit putih, rambut panjang dan tebal yang menutupi satu matanya, badan yang agak kurus, juga penyendiri ini sering dibuli dengan dicemooh contohnya ‘si hantu putih’ dan kadang kadang dia disuruh mengerjakan PR menggambar temannya, kalau melawan ia akan tambah dibuli. Sebenarnya dia bersikap penyendiri karena kematian ayahnya saat dia berumur 3 tahun. Kalau diminta berteman pasti dia akan kembali ceria, namun teman temannya saja yang tidak ped...