Cerpen Persahabatan l Diary untuk semua

Hi Readers!! 
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan kalian semua cerita dari karangan Talitha Tsaqiifah.

Selamat Membaca


“pagi ini hujan… Tapi tak apa, karena hujan, sebuah pelangi indah tercipta di langit…”. Ucap Naomi, gadis kecil yang berbakat melukis. Umurnya 9 tahun. Banyak piala dan penghargaan yang ia dapatkan. Kini ia sedang melukis pelangi.

“nah… Sekarang diberi sentuhan terakhir”. Sret… Sret… Dia memberi inisial namanya NI yaitu Naomi Ichimaru lalu tanggal pembuatan dan tanda tangan.

Gadis kecil berkulit putih, rambut panjang dan tebal yang menutupi satu matanya, badan yang agak kurus, juga penyendiri ini sering dibuli dengan dicemooh contohnya ‘si hantu putih’ dan kadang kadang dia disuruh mengerjakan PR menggambar temannya, kalau melawan ia akan tambah dibuli. Sebenarnya dia bersikap penyendiri karena kematian ayahnya saat dia berumur 3 tahun. Kalau diminta berteman pasti dia akan kembali ceria, namun teman temannya saja yang tidak peduli padanya.

Hai Diary!!!
Hari ini ada pelangi yang indah lho… Semoga ayah melihat aku senang ya… Diary! Sampaikan salamku pada ayah. Aku juga punya salam sayang untukmu lho…
Naomi ichimaru
18 june 2017

“sekarang perasaanku lebih senang dari pada sebelumnya…”. Ucap Naomi.

Keesokan harinya…“Naomi sayang… Ayo makan dulu! Okaasan sudah menyiapkan kare untukmu lho…”. Ucap ibu Naomi.
“iya Okaasan… Naomi segera ke sana…”. Lalu Naomi menutup diarynya dan menuju ruang makan.
“segarnya… Hari ini aku mau merubah penampilan! Rambut ini kujepit supaya tidak menutupi satu mataku lalu rambutku dikuncir kuda dengan pita besar ini…”. Ucap Naomi sambil merubah penampilannya. Sekarang ia terlihat lebih cantik daripada sebelumnya.
“perfect! Sekarang aku sudah melupakan kesedihanku lagi…”. Ucap Naomi. Ia kembali bercermin.

Di sekolah…
“eh, si hantu putih udah dateng belum?”. Tanya Ririka.
“belum deh kayaknya, padahal aku sudah nungguin dia untuk mengerjakan PR ku”. Ucap Keyko.
“sama, aku juga pengen gitu, lambat banget sih dia!”. Ucap Kika, saudara kembar Keyko. Semua teman 

Naomi, menunggu Naomi untuk segera datang.

5 menit kemudian…
“hai semuanya… Ohayo…”. Salam Naomi.
“eh, hantu putih! Kok kamu beda sih?”. Tanya Ririka bingung.
“iya, udah gitu makin lambat lagi… Ini, kerjakan Pr IPA ku dan juga Pr menggambarku! Kalau sampai ada yang salah…!” Lalu Ririka menggores leher Naomi memakai telunjuknya dengan pelan.
“mengerti?”. “me… Mengerti”. Sikap Naomi kembali dingin.

“stop!!!! Jangan membuli Naomi! Dia juga manusia tahu seperti kalian! Bedanya dia punya hati tidak seperti kalian!”. Ucap Hinata marah marah.
“betul tuh…” Hana, Himawari, dan Sakura mengangguk setuju. Lalu mereka berempat mengajak Naomi bersahabat. Naomi senang sekali.

Saat jam istirahat…
“mau ke taman ah… Hinata, Himawari, Hana, Sakura! Kalian duluan saja ya…” ucap Naomi menyembunyikan sesuatu.
“ya sudah… Kami duluan ya…”. Lalu keempat sahabat itu menuju kantin.

Lalu…
“eh…! Ayo kerjakan Pr ku Hantu putih yang lambat!”. Suruh Ririka dengan kasar.
“kuharap kalian mengerti keadaanku sekarang… ”
“wah… Melawan kamu! Kika! Tolong ambilkan gunting”. Perintah Ririka. “ini guntingnya”.
“ma… Maafkan aku Ririka, sekarang aku sedang pusing…”. Ucap Naomi
“aku tidak peduli! Itu urusanmu!”. Ucap Ririka.
“hentikan! Cukup! Aku pusing!!!”. Teriak Naomi.
“oh… Kamu pusing ya… Biar kukurangi pusingmu!”. Lalu Ririka sudah memotong rambut panjang Naomi dengan gunting.

“jangan Ririka! Sini kukerjakan Prmu “. Ucap Hana yang tiba tiba datang.
“tuh temanmu! Dia sekarat tuh!” ucap Ririka.
“Naomi… Ke UKS aja yuk…!”. Ajak Hinata.

“tidak…! Tidak perlu! Aku tahu penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan cepat! Tapi… Kuharap kalian membaca ini…”. Naomi menunjukan Diarynya.
“jangan berbicara begitu Naomi! Pasti penyakitmu bisa disembuhkan! Memangnya apa penyakitmu sih?”. Ucap Sakura.
“baca saja diari ini!”. Ucap Naomi. “aku sudah… Ti… Dak… Sang…gup.. la…giii…”. Ucap Naomi. Lalu dia jatuh ke hamparan rumput hijau.
“Naomi!!! Jangan tinggalkan kami!!!”.
“to… Long… Ba.. Ca diary nya… Dan beritahu seluruh dunia…”. Begitulah pesan terakhir Naomi.

Hai Diary!!!!
Kamu teman terbaikku…, ini hadiah dari ayah… Namun… Sekarang ayah sudah meninggal… Hiks… Sedih jadinya…
Naomi Ichimaru
10 march 2013

Hai Diary!!!
Hari ini aku di ajak menonton film bersama Okaasan… Duh senangnya… Coba aja, ayah masih ada… Pasti aku dan ayah selalu bercanda
Naomi Ichimaru
17 june 2013

Mereka berempat lalu membaca halaman terakhir Diary itu.

Hai Diary…
Maaf, aku lagi lesu menulis… Hari ini aku pusiiing… Sekali… Sepertinya penyakit leukimiaku sedang menyerang tubuhku deh… Aku sudah tidak kuat lagi… Kuucapkan salam perpisahan untukmu…
Naomi Ichimaru
20 june 2017

“ternyata… Naomi menderita penyakit Leukimia…”.
“kata terakhir dari ku adalah maaf Naomi…”. Deretan kata kata dari sahabat Naomi dan setitik air mata jatuh di pipi Naomi. Cling… Cahaya muncul di pipi Naomi. Tiba tiba Naomi sadarkan diri.

“Naomi!!! Itu kamu kan?”. Tanya Himawari.
“iya… Ini aku Naomi Ichimaru…”. Sejak saat itu banyak yang ingin menjadi sahabat Naomi dan Naomi menerimanya

Itu cerpen dari Talitha Tsaqiifah. Terima kasih telah mengunjungi Rak buku jangan lupa terus ikuti Rak Buku 

jangan lupa tinggalkan Like dan Comment  

Comments

Popular posts from this blog

6 Tips Angle Foto yang Bagus Saat Berlibur

10 Film Yang Wajib Ditonton

Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI dalam Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia