Aku Cantik Tidak?
Untuk perempuan yang sering mengeluh kepadaku. Bacalah surat di bawah ini: Setiap kali kau mengeluh, lalu bertanya: aku cantik tidak? Aku lebih suka diam tanpa menjelaskan apa pun. Sejurus kemudian kamu akan mengulang pertanyaan yang sama, dengan sedikit pengubahan: aku tidak cantik ya? Lagi lagi aku lebih suka diam, dan masih tak bicara. Lalu kamu akan kesal sendiri. Merendahkan diri dan membanding-bandingkan dirimu dengan orang-orang yang menurutmu cantik. Begini, biar kujelaskan biar kamu paham apa yang aku lihat darimu. Kalau kau tidak cantik —m enurutku— tentu kini aku tidak denganmu. Biar begini —wajahku tidak terlalu tampan— tentu aku tetap akan memilih yang cantik. Kamu harus tahu. Ini mungkin terdengar klise. Tapi, begitulah yang kupikirkan. Cantik perempuan, tidak semata putih kulit, hidung mancung, foto genic di instagram, bisa lucu-lucuan bibir, atau bisa joget-joget sambil lipsing lagu barat. Tidak juga yang memakai barang-barang mewah lalu pamer di med...